« Anda adalah apa yang anda lakukan | Home | Keajaiban = Semangat + Sukacita + Melakukan »
Belajar dari siapapun
By | April 5, 2008
Pagi ini saya harus balik ke Surabaya, setelah beberapa hari di Ujung Pandang untuk tugas kerja karena diundang oleh client kami. Setelah perjalanan 12 jam kami (bertiga) sampai di bandara ujung pandang kembali. Untuk mencegah perut kami mengalami radang maka kami pilih menunggu bukanya KFC yang ada dibandara. Selama menunggu kami melihat ada seorang pemuda yang sepertinya agak terbelakang mental sedang membantu penumpang mencari kereta dorong untuk barangnya. Beberapa waktu kemudian kita lihat dia menari nari mendengar bunyi musik dari salah satu taxi yang sedang antri disana. Kontan kami tertawa lebar menyaksikan hal tersebut.
Sekitar jam 8 waktu sana, kami mulai makan pagi. Saat selesai makan kami tertegun menyaksikan si pemuda tadi masuk ke KFC sambil menghitung uang. Ternyata dia antri untuk membeli satu paket KFC. Kami mendengar bahkan karena tidak tahu berapa uang yang dia punya, dia memberikan uang lebih kepada si kasir. Kami lihat dengan tangan gemetar pemuda tersebut menghabiskan satu piring nasi beserta ayam gorang dan supnya.
Saudara mungkin semua orang mempunyai kesimpulan dan pandangan sendiri mengenai hal tersebut. Tapi saya melihat dari sisi bahwa pemuda dengan kondisi mental yang tidak sempurna tersebut bisa melakukan sesuatu untuk mengejar apa yang dia impikan ( sepotong ayam ) tanpa harus menyusahkan orang lain. Pikirannya terbatas tapi dengan keterbatasan itu dia melakukan sesuatu yang dia mampu. Saudara, mari kita merenungkan berapa banyak kita melihat realita diluar sana banyak orang yang sebenarnya mampu tapi mereka tidak memnfaatkan secara maksimal apa yang telah diberikan Tuhan kepada mereka. Mereka punya keinginan tapi mereka menggantungkan diri kepada orang lain untuk mendapatkannya.
Saya yakin bahwa pemuda tadi tidak sekali melakukan terus bisa mendapatkan apa yang diinginkan, karena untuk membedakan nilai uang saja dia tidak mampu. Saya berpikir bahwa dia terus berusaha sampai dia cukup mendapatkan uang untuk membeli. Mungkin dari satu jam, dua jam dan seterusnya sampai dia tidak ditolak oleh petugas disana. Kalau memang itu yang terjadi, bagaimana dengan kita? Apakah kita menyerah begitu saja terhadap penolakan? Terus maju kawan, capai impian anda dan impian kita semua.
Yohanes
Topics: motivation |

June 5th, 2008 at 3:52 am
trims atas infonya……!!!